Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno (kedua kiri) saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen pada acara “Dialog Publik” di TVRI Jawa Tengah, Rabu (26/11/2025). (Foto: Pemprov Jateng)

Menjaga Integritas ASN, Sekda Sumarno Tegaskan Tidak Ada Istilah Tempat “Basah” atau “Kering”

GRADHIKA, SEMARANG – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) pada 29 November 2025, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno memberikan pesan tegas, “ASN (Aparatur Sipil Negara) harus menjaga integritas dan menjalankan amanah di mana pun mereka ditempatkan.

Peringatan itu disampaikan Sumarno saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen pada acara “Dialog Publik” di TVRI Jawa Tengah, Rabu (26/11/2025),

Pada kesempatan itu, Sumarno mengingatkan bahwa tidak ada istilah “tempat basah” atau “tempat kering” dalam dunia birokrasi.

“Kalau masih ada yang memikirkan ada tempat basah ada tempat kering, artinya integritasnya masih dipertanyakan. Karena istilah basah dan kering itu menyangkut sesuatu yang bisa diolah agar memperoleh lebih, yang itu bukan merupakan hak kita,” tegasnya.

Dalam dialog yang dipandu presenter Sigit Rudianto itu, Sumarno kembali menegaskan esensi profesi ASN. Menjadi anggota Korpri, kata dia, berarti siap menjadi abdi pelayan publik.
“Begitu seseorang dengan sukarela menjadi ASN, maka sejak itu pula ditanamkan bahwa tugasnya menghadirkan negara dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Sebagai contoh, ia menyinggung peran pekerja sosial dalam pelayanan negara. Ia menyebut pelayanan di RSJ milik Pemprov — RSJ Amino, RSJ Solo, dan RSJ Klaten — yang secara konsep tidak menguntungkan secara bisnis, namun menjadi bukti negara hadir untuk masyarakat.

“Kalau dari konsep RS tentu tidak menguntungkan, tetapi di sinilah negara hadir untuk menjadi abdi masyarakat,” tambahnya.

Dialog publik itu juga menghadirkan dua ASN inspiratif: Muhtar, guru dari SMAN Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, dan Carik Eko Andasari, pekerja sosial Panti Lansia milik Dinas Sosial Provinsi Jateng. Keduanya mendapat apresiasi khusus dari Sumarno.

Muhtar, yang sehari-hari bertugas di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) Kampung Laut, menceritakan rutinitasnya menempuh perjalanan dua jam menyeberang laut untuk mencapai sekolah.

“Kita sebagai anggota Korpri tugasnya melayani, dinikmati sebagai ketentuan Allah, jalani saja,” ujarnya, menyiratkan ketulusan dalam pengabdian.

Sementara itu, Carik Eko menjadi contoh nyata pekerja sosial yang menjaga kehadiran negara dalam pemenuhan kebutuhan warga lanjut usia. Bagi Sumarno, keduanya simbol ASN yang bekerja dengan syukur, bukan memilih-milih tempat tugas.

Pada akhir acara, Sumarno menegaskan komitmen Korpri Jawa Tengah dalam menerapkan revolusi mental pelayanan publik, sebuah gerakan yang menekankan pelayanan yang baik, prosedural, dan bersih dari kepentingan pribadi.

“Jalankan tugas sesuai dengan amanah, dan lakukan dengan ikhlas,” imbaunya.
Di tengah tuntutan publik yang semakin besar terhadap birokrasi, pesan Sumarno ini menjadi pengingat bahwa integritas bukan sekadar slogan, tetapi fondasi kerja ASN untuk memastikan negara benar-benar hadir hingga ke pelosok wilayah Nusantara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *