Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen memimpin doa bersama dalam gelaran “Jateng Bersholawat 2025” di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Magelang, Kamis (4/12/2025) malam. (Foto: Pemprov Jateng)

Jateng Bersholawat 2025, Gus Yasin Ajak Ribuan Jamaah Doakan Korban Bencana

GRADHIKA, MAGELANG – Ajakan mendoakan korban bencana di Banjarnegara, Cilacap, Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat menjadi pesan terpenting dalam gelaran “Jateng Bersholawat 2025” yang diikuti ribuan jamaah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kabupaten Magelang.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan, momentum religius ini menjadi ruang bersama untuk mengirimkan doa bagi para korban yang meninggal maupun terdampak bencana.

Dalam acara yang digelar pada Jumat (4/12) malam itu, Gus Yasin secara khusus meminta seluruh jamaah untuk memanjatkan doa bersama. Ia menekankan pentingnya solidaritas spiritual masyarakat Jawa Tengah di tengah rentetan bencana yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

“Malam hari ini, kami minta kepada para hadirin untuk membacakan doa kepada saudara-saudara kita yang beberapa pekan lalu mengalami musibah,” ungkapnya di hadapan ribuah jamaah yang memadati halaman MAJT.

Memimpin doa bersama, Gus Yasin mendoakan para korban meninggal agar memperoleh husnul khatimah, serta memohon kekuatan dan kesabaran bagi warga yang sedang menghadapi ujian. “Diberikan kesabaran oleh Allah Swt, diberikan iman yang kuat,” ujarnya.

Gelaran “Jateng Bersholawat” kali ini merupakan penutup rangkaian kegiatan tahun 2025 dan diselenggarakan secara khusus dalam rangka HUT Korpri ke-54. Acara semakin khidmat dengan kehadiran Habib Ali Zainal Abidin Assegaf, pimpinan Majelis Ta’lim dan Sholawat Az Zahir, serta tausiyah dari Ustadz Wijayanto.

Ribuan jamaah mengikuti “Jateng Bersholawat 2025” di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Magelang, Kamis (4/12/2025) malam. (Foto: Pemprov Jateng)

Di hadapan jamaah, Gus Yasin menegaskan bahwa sholawat dan pengajian bersama merupakan ikhtiar spiritual untuk menjaga keberkahan Jawa Tengah. Ia berharap kegiatan religius ini dapat menjadi penjaga moral dan spiritual masyarakat sekaligus pemerintahan.

“Karena sholawat dijauhkan dari mara bahaya. Kemudian agar benar-benar pemerintahannya, juga pemerintah yang baik,” ungkapnya.

Acara berlangsung khusyuk dan hangat, menandai betapa kuatnya ikatan religius masyarakat Jawa Tengah dalam menghadapi berbagai tantangan dan cobaan kemanusiaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *