Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengadakan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/12/2025). (Foto: Presidenri.go.id)

Prabowo-Luhut Bahas Arah Ekonomi Nasional 2026, Sektor Produktif dan Inovasi Sains Jadi Prioritas

GRADHIKA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan membahas arah kebijakan ekonomi nasional, stabilitas ekonomi, serta penguatan sektor produktif dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Pertemuan tingkat tinggi itu digelar di tengah dinamika ekonomi global yang menuntut respons cepat, terukur, dan terkoordinasi lintas sektor.

Dalam laporan resmi, Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pertemuan tersebut secara khusus membahas kondisi perekonomian terkini serta arah strategis penguatan sektor-sektor prioritas. Mulai dari hortikultura, teknologi, hingga potensi inovasi sains yang dinilai mampu mempercepat kemandirian ekonomi nasional.

Pada pertemuan tersebut, Luhut melaporkan perkembangan situasi ekonomi global yang diwarnai tekanan geopolitik, volatilitas harga komoditas, hingga perlambatan pertumbuhan di sejumlah negara besar. Pemerintah menilai kondisi itu berpotensi memberikan dampak berantai pada ketahanan pangan, industri, serta investasi nasional.

Selain itu, Luhut juga menyampaikan kemajuan program hortikultura yang menjadi salah satu fokus Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan produksi dalam negeri. Sejumlah temuan ilmiah dan teknologi baru turut dipaparkan, menawarkan peluang pengembangan yang besar bagi industri pangan, kesehatan, dan teknologi terapan.

Penguatan Lintas Sektor

Seskab Teddy menegaskan bahwa Presiden Prabowo mendorong DEN untuk terus memperkuat sinergi antarkementerian/lembaga dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dengan tantangan global yang terus berubah, koordinasi kebijakan — mulai dari fiskal, industri, hingga penelitian dan inovasi — dianggap sebagai elemen vital.

Pemerintah memandang bahwa penguatan sektor produktif tidak hanya berfokus pada peningkatan output ekonomi, tetapi juga pada transformasi struktural agar perekonomian Indonesia lebih tahan terhadap guncangan eksternal. Pendekatan hulu-hilir di sektor pertanian, integrasi teknologi pada industri, serta efisiensi logistik menjadi bagian yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan Prabowo dan Luhut ini menjadi salah satu rangkaian rapat strategis untuk merumuskan prioritas ekonomi nasional 2026. Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif, seperti:

  • Penguatan cadangan pangan dan rantai pasok nasional.
  • Stimulasi investasi di sektor industri dan teknologi maju.
  • Pengembangan riset-riset strategis berbasis sains.
  • Akselerasi digitalisasi sektor pertanian dan manufaktur.
  • Optimalisasi peran BUMN dalam proyek prioritas nasional.

Dengan agenda tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi, tetapi juga berkelanjutan dan inklusif.

Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menandai langkah serius pemerintah dalam merumuskan strategi ekonomi nasional di tengah ancaman perlambatan global. Dengan penguatan sektor produktif, pengembangan teknologi, dan koordinasi lintas lembaga, pemerintah menargetkan fondasi ekonomi yang lebih kokoh, adaptif, dan berdaya saing tinggi menuju 2026. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *